Abahfariz’s jeBLOG

catatan waktu

Logika Kelamin

Kekuatan kelamin memang sungguh bisa menggerakkan dunia. Orang dengan kekayaan dan kehebatan apa pun akan runtuh jika tak bisa menjaga kelaminnya. Bahkan kelompok musik The Panas Dalam dengan ekstrim, “mengaku punya cinta murni, tapi tanpa kelamin percuma..”

itu pula yang menggoyang Bill Clinton saat terekspose skandal dengan perempuan magang di Gedung Putih. Sekuat apa pun negara adikuasa, melemah legistimasinya hanya karena tak kuasa menahan kelamin.

Tapi zaman memang sudah berubah. Saat awal terpublikasi rekaman pribadi hubungan intim remaja, menjadi kehebohan di antero Indonesia. Polisi pun mengusut, siapa penyebarnya. Tersangka pun ditetapkan jadi pesakitan, dan pelaku hubungan seks bebas itu, hanya mendapat hukuman sosial, yakni film-nya bisa ditonton siapa saja. Tanpa royalti.

Tapi, anehnya, ini menjadi “teladan yang baik” bagi para remaja. kecanggihan Handphone berkamera, menjadi kenangan abadi untuk merekam kisah cinta kebablasan. Coba saja, mulai dari anak SMP, SMA, hingga anak ingusan, tak merasa malu bertelanjang di depan kamera 2 mega pixel itu.

Lalu, tiba2…..

Kehebohan di awal tahun 2009 tentang seorang kaya raya asal Semarang, Syekh Puji yang menikahi secara agama Islam, digugat dimana-mana. Seluruh Artis bicara, ibu-ibu ngomong, nyonya-nyonya pemangku negara pun angkat suara. Hingga akhirnya petugas memeriksa, dan Syekh terindikasi sebagai pelaku perbuatan a susila di bawah umur. Tak peduli dengan lembaga pernikahan yang diakui Tuhan, yang penting, mengawini perempuan yang keluar SMP kelas 1 itu, adalah bentuk asusila.

Syekh pun diseret-seret sebagai pesakitan. Seperti teroris yang membahayakan keutuhan NKRI, Syekh nyentrik dan ceplas-ceplos itu diseret di depan para santri-santrinya..

Bagi saya, yang dilahirkan dari ibu yang menikah di usia 15 tahun, ada yang salah dalam logika kelamin kita. Dalam Islam, seseorang akil balig adalah saat perempuan mengalami menstruasi, laki-laki sudah mengeluarkan sperma. Saat itulah, inisiasi seorang makhluk Tuhan, diakui dan bertanggungjawab dalam setiap perbuatannya.

Logika kelamin kita lebih pada kedewasaan organ-organ seksual. Tapi, tak penting dengan dorongan dan hasrat masa puber itu dengan dikeluarkan. Sepertinya, bukan sebuah kejahatan jika 69 persen remaja SMA di kota Besar sudah tidak perawan, entah “swalayan” atau berhubungan dengan berbeda kelamin. 30 Persen anak SMP sudah berciuman dan bermain2 dengan kelamin lawan jenisnya.

Entahlah, dimana logika kelamin ini mulai dipijakkan…

Juli 16, 2009 - Ditulis oleh abah fariz | Uncategorized | | No Comments Yet

Belum ada komentar.

Tinggalkan komentar