Abahfariz’s jeBLOG

catatan waktu

Jenuh Pekat

Beberapa hari terakhir, aku jenuh yang begitu pekat
sulit untuk melihat bayangan ku dalam cermin
intensitas dunia dan aku membuat lupa diri
lupa pada diriku sendiri

Desember 17, 2007 Ditulis oleh abah fariz | the mind battle | | Belum Ada Tanggapan

Mencatat Waktu

Menurut Hernowo, penulis yang melejit dengan buku “Andai Buku Sepotong Pizza” atau “Mangikat Makna” terbitan Mizan, semua kejadian, pemikiran, gejolak hati, harus diikat dengan menuliskannya agar bermakna. Semua fenomena alam hanya guratan abstrak tanpa direnungkan atau ditafsirkan. Penafsiran akan sirna jika tidak diikat. Pengikat yang kuat adalah menuliskannya sehingga menjadi bermakna.

Sabda Sayidina Ali RA yang dijadikan mainstream Hernowo memang mujarab. Sebuah hikmah dari zaman baheula, ternyata masih relevan dengan zaman sekarang. Dan sepertinya, akan tetap relevan sampai kapan pun.

Seperti halnya aku, yang bekerja sebaga VJ di sebuah televisi swasta nasional, tak ada makna sedikitpun ketika peristiwa di depan mata tak bisa aku rekam dengan kamera Sony PD150-ku. Tak ada sebuah peristiwa yang memiliki makna, tanpa tombol record aku tekan, dan lensa karl zhiemer itu tak dibidikan pada peritiwa itu, satu demi satu. Seperti itulah cara mengikat makna.

Gamblang, saat tombol record itu ditekan, disudut kanan atas terlihat jelas angka-angka yang berubah linier. Dalam language game-nya Wittgenstein, filsuf analisis, kami sebut time code. Setiap detik, menit hingga jam, menjadi sebuah peristiwa yang bermakna dalam rekaman kameraku.

Seperti itulah kita memaknai waktu. Setiap peristiwa, fenomena, pemikiran, gejolak hati, dan apa pun yang terjadi di alam ini, akan bermakna saat kesadaran kita merekam semuanya. Manusia ini ibarat kamera paling canggih. Dia bisa merekam semua yang ada di dalam maupun diluar dirinya, dan disimpan di kaset supermicro di dalam otaknya. Malah, kaset itu bisa diputar dan dikombinasi dengan berbagai footage dalam memori otak. Jelas sekali, time code bergerak sesuai dengan kesadaran. Makanya, Descartes memahami waktu ada adalah saat kita sadar, cogito ergo sum.

Ya, time code kita harus tetap dalam keadaan bergerak. Artinya, tetaplah sadar dan tetap mencatat waktu.

Desember 4, 2007 Ditulis oleh abah fariz | Uncategorized | | Belum Ada Tanggapan