Kamera dan Aku
Abahfariz’s Weblog, Ada yang menarik saat aku melihat berbagai macam Camrecord di mesin pencari. Wuihh banyak sekali macamnya. Tapi yang aku tahu, semua dalam mekanisme yang sama.
Sudah jalan 3 tahun, kamera Sony PD 150 menemani perjalanan hidupku. Kamera milik TransTV ini, menjadi bagian dalam hidupku. Setiap aku bepergian, kamera itu setia aku bawa. Bahkan saat santai bersama keluarga pun, si PD tak lepas dari tas hitam yang digandong.
Wajar memang, kesetiaan ini menjadi sebuah tanggung jawab yang berat. Ada kredo yang ditekankan bagi Video Journalist untuk menjadikan kamera adalah istri kedua. Menarik memang, karena terkadang urusan kamera membuat aku paranoid. Untuk sekadar ke toilet atau solat, kamera harus berada di sampingku. Perasaan ini mungkin sama dengan para kameramen atau VJ dimana pun. Karena, kamera adalah senjata. Layaknya A Man behind The Gun, itulah bagaimana kamera menjadi sesuatu bagian dari diriku.
Statusku sebagai koresponden di Bandung, menjadi aku pemilik yang bertanggungjawab atas semua peristiwa yang jadi produk berita. Disinilah letak dimana aku dan kamera bersatu. Benar benar bersatu, tak pernah terlepaskan. Bahkan kedekatannya lebih dari istri dan anakku sendiri. Gila, sungguh benar jika para senior menandaskan kamera adalah istri pertamaku.
Kapan aku pisah ranjang atau malah bercerai dengan sang kamer, entahlah…
Saat Ini
Memang sulit menafsirkan sebuah kehidupan. Apa itu hidup dan untuk apa hidup. Secara garis linier, hidup adalah lahir-anak-anak- remaja-dewasa-tua-mati. Lalu, para filosof berbicara bahwa hidup adalah menyimpan tanda, menjadi orang yang menjadi diantara orang lain. Menjadi orang yang berbeda dengan orang lain, hingga menyadari, aku memang ada dan hidup. Dan kaum agamawan pun berujar, hidup itu adalah untuk Tuhan, berikan semua untuk-Nya.
Dan aku, hingga kini masih disini. Aku hanya menyadari bahwa aku ada disini. Bukan disana. Aku pun tak mau berbicara tentang kemarin atau kelak. Yang aku sadari adalah saat ini disini. Aku bertanggungjawab atas aku yang disini. Entahlah kemarin atau kelak.
Pandanganku
Uncategorized « Abahfariz’s Weblog
Aku mengubah pandanganku. Aku bukanlah makhluk yang hanya bisa bernapas, bergerak dan menanti ajal. Tapi aku harus berubah, dan mengubah dunia. Dunia dalam genggaman aku
Apa kata Dunia..!
selamat datang di dunia AKU..!
-
Arsip
- Juli 2009 (1)
- Januari 2009 (1)
- Juli 2008 (1)
- April 2008 (3)
- Januari 2008 (2)
- Desember 2007 (2)
- November 2007 (4)
-
Kategori
-
RSS
RSS Entri
Komentar RSS